SPLITSING DALAM PERSPEKTIF ASAS CONTANTE JUSTITIE DAN ASAS NON SELF INCRIMINATION (SPLITSING IN CONTANTE JUSTITIE AND NON-SELF INCRIMINATION PRINCIPLES PERSPECTIVE)

  • Elwindhi Febrian Badan Pembinaan Hukum Nasional
Keywords: Splitsing, Asas Contante Justitie, Asas Non Self-Incrimination.

Abstract

Penuntut Umum dalam membuat dakwaan suatu dugaan tindakan pidana yang dilakukan
oleh lebih dari satu terdakwa acap kali melakukan pemisahan perkara atau sering disebut
dengan splitsing, kemudian dengan berkas perkara yang terpisah para terdakwa saling
bersaksi untuk satu sama lain. Praktek demikian mengakibatkan proses persidangan menjadi
berbelit-belit sehingga bertentangan dengan asas contante justitie. Memunculkan saksi dari
perkara splitsing juga beresiko melanggar hak asasi Terdakwa karena mereka harus bersaksi
atas tindak pidana yang dituduhkan kepada dirinya sendiri sehingga beresiko memberikan
keterangan yang memberatkan dirinya sendiri, hal tersebut bertentangan dengan asas non
self-incrimination. Pasal 142 KUHAP mengatur mengenai pemisahan perkara, dan mengatur
dengan jelas bagaimana perkara dapat dilakukan pemisahan perkara. Namun dalam
prakteknya pemisahan perkara tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari KUHAP yang
diciptakan untuk memberikan penghargaan yang besar terhadap hak asasi manusia, justru
sebaliknya digunakan untuk melanggar hak asasi manusia.

Author Biography

Elwindhi Febrian, Badan Pembinaan Hukum Nasional

Elwindhi Febrian, S.Sn., S.H. lahir di Bantul, lulus pendidikan Strata 1 di Jurusan Musik Institut
Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama musik pop-jazz (2009-2014), lulus pendidikan
Strata 1 Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia dengan konsentrasi
Hukum Pidana (2010-2015), sedang menempuh pendidikan Strata 2 Program Magister
Hukum Universitas Islam Indonesia dengan bidang kajian umum hukum pidana (2017-
sekarang). Berprofesi sebagai Advokat / Pengacara, mulai berkarir menjadi Advokat Magang
di Rumah Bantuan Hukum Yayasan Afta (2014-2016), Pembela Umum Rumah Bantuan Hukum
Yayasan Afta (2016-2017), Kepala Devisi Penanganan Perkara Rumah Bantuan Hukum
Yayasan Afta (2017-2018), Ketua Yayasan Aksa Bumi / Lembaga Bantuan Hukum Aksa Bumi
(2018-Sekarang).

Published
2020-01-24
How to Cite
Elwindhi Febrian. (2020). SPLITSING DALAM PERSPEKTIF ASAS CONTANTE JUSTITIE DAN ASAS NON SELF INCRIMINATION (SPLITSING IN CONTANTE JUSTITIE AND NON-SELF INCRIMINATION PRINCIPLES PERSPECTIVE). Majalah Hukum Nasional, (2). Retrieved from https://mhn.bphn.go.id/index.php/MHN/article/view/32